Beban Yang Ingin Aku Lepas

Agak ragu sie dengan semua ini, aku biasanya di kenal aktif sekarang menjadi sedikit males dengan perkumpulan-perkumpulan lain, entah itu acara nongkrong, organisasilah, atau kerja bakti sekalian. Aku tidak suka dengan semuanya, lebih baik mundur jika sudah hilang perasaan ini.  Aku memilih seperti ini karena aku begitu capek dengan hal yang membuat aku tersakiti. Egois memang tapi bagaimana lagi ini hidupku yang bisa merasakannya adalah diriku sendiri. Aku tidak percaya dengan kata-kata aku mengerti perasaanmu itu hanyalah sekedar empati setelah itu toh akhirnya aku kamu tinggalkan setelah luka yang ku derita membaik. Sekali lagi luka itu muncul secara perlahan dalam dadaku, rasanya nyilu dan tidak menentu ingin baget rasanya marah tapi siapa coba yang pantas aku marahi. Jikaaku marah-marah dengan orang lain tanpa sebab mungkin sebutan aneh cocok sekali denganku. Tapi aku tidak suka di bilang aneh, semua manusia itu sama jangan pernah bangga dengan semuanya. Jangan pernah mengejar karena sebenarnya akan datang dengan sendirinya begitu juga dengan teman. Aku tidak ingin mengejar teman, aku yakin aku akan mendapat teman yang lebih dari apa yang aku ingin kelak suatu hari. Mungkin bisa menemaniku hingga akhir khayatku( Ce….illah puitis baget yach ) tapi bagaimana lagi aku berharap seperti di akhir hidupku mempunyai teman yang baik terhadapku.

Itu sebuah anugrah jika itu terjadi padaku sekarang. Aku sekarang terlalu sakit dengan keadaan yang menghimpitku hingga membuatku menjauhkan diri dari semuanya, bahkan aku sempat jauh dengan Tuhanku. Aku seolah tidak mengerti arti siapa aku, mengapa aku di takdirkan bersekolah disini. Tempat dimana aku menemukan lubang-lubang hitam dalam kehidupan. Menemukan arti baru mengenai sisi lain putih abu-abu.

Putih abu-abu di identikan dengan masa pencarian diri, tapi sebenarnya aku menemukan diriku sendiri lebih cepat dari masa putih abu-abu. Aku menemukan diriku sendiri saat aku berada dalam lubang dalam dadaku. Lubang yang mengangan terbentuk dari rasa iri dengki terhdapa siapupun yang tidak bisa memahami arti sebuah ajaran dan ucapan. Aku menjadi pribadi yang suka akan kesendirian, aku lebih senang curhat di blogku sendiri dari pada aku berkata kepada orang lain. Itu akan membuat lebih sakit dan bertambah sakit. Disaat aku aku duduk di bangku kelas XI, memasuki umur tujuh belas tahun yang tinggal menghitung bulan. Huft tapi apa ketahui mengenai masa-masa indah seperti yang banyak di kata masa yang paling indah dalam kehidupan yang tidak akan terlupakan. Bagaimana jika aku tidak melaksanakan hal itu semua apakah normal ataukah tidak. Mungkin tidak di umur sekaian aku tidak pernah mengalami hal yang banyak di alami remaja pada umumnya. Aku mengalami masa pendewasaan lebih cepat dari yang lainnya bahkan menimbulkan ketakukan di dalam hati ayahku yang menunjukan siapa aku ini sebenarnya. Beliau takut aku tidak akan berhasil melewati masa perbandingan dengan apa yang aku baca. Dengan apa yang aku dengar, dengan apa yang aku lihat. Aku di takuti karena aku seolah tahu mengenai mengenai penderitaan. Aku dianggap istimewa juga berbahaya. Jika saja aku sedikit lebih pintar mungkin aku tidak membutuhkan siapapun lagi diklas mungkin aku tidak akan menutupi diriku yang tajam dalam ucapan, hanya untuk menutupi kelmahan yang ku anggap hal yang memalukan. Aku harus menutupiku hanya karena aku takut akan nilai yang buruk. Aku harus belajar gaul karena takut aku tidak dapat di promosikan oleh temanku. Huft rasanya memang aneh dan menggelikan tapi yah…bagaimana lagi aku bukanlah manusia sempurna, aku juga tidak mencari kesempurnaan tapi aku beruasaha sempurna di hadapan orang tuaku dan Tuhanku. Karena dua hal penting itulah aku bisa menjadi seperti ini, aku bisa melihat dunia lebih luas dari mereka yang masih mencari dirinya padahal ada dalam hati yang bening tidak terkotori oleh hal yang negative.

Itulah yang aku ingin lepaskan dari dalam hati, berat sekali rasanya…mehan semua siksa dari setiap hembusan nafas orang-orang yang tidak pernah berkaca dan menyadari siapa dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s